• Selasa, 25 Januari 2022 | 21:01
MoeslimChoiceTV

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengaku sedih, karena Turki mencetak buku khusus untuk anak-anak bergambar Nabi Muhammad SAW.

Terlebih, buku religi untuk anak-anak tersebut, merupakan terbitan Kementerian Pendidikan Turki.

Meski larangan menggambar Nabi Muhammad SAW, tak secara nyata dijelaskan di dalam Al-Quran, namun mayoritas Ulama sepakat soal pelarangan menggambar Nabi Muhammad SAW. Hingga aksi menggambar Nabi Muhammad SAW dinilai sebagai penistaan agama.

Presiden Erdogan pun kemudian dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi, memerintahkan dilakukan penyelidikan terhadap pihak yang dinilainya bertanggung jawab, terhadap kejadian yang memalukan itu.

"Meski saya tidak memiliki pengetahuan secara langsung, (atas insiden yang terjadi), saya sangat sedih karena itu terjadi di bawah administrasi yang masih menjadi tanggung jawab saya," kata Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, seperti dikutip dari AFP.

"Kami akan bertindak apa yang diperlukan tentang peristiwa ini. Tak ada alasan untuk melakukan tindak lanjut, sampai yang bertanggung jawab mendapat konsekuensinya," kata Erdogan, Presiden Turki.

Dalam buku anak-anak tersebut, digambarkan seorang pria berjenggot mengenakan sweater dan celana panjang berwarna merah tua, sedang mengumpulkan anak-anak perempuan dari bus sekolah.

Para warga di wilayah Suriah utara, di bawah kendali Turki termasuk kota Al-Bab, telah menyerukan protes. Sementara di kota Jarablus, para penduduknya membakar salinan buku tersebut. 

 


Akun official Moeslim Choice Network

Website                  : https://www.moeslimchoice.com
Youtube Channel  : https://www.youtube.com/c/MOESLIMCHOICETV
Instagram              : https://www.instagram.com/moeslimchoice/
Facebook               : https://www.facebook.com/MoeslimChoiveTV
Twitter                    : https://twitter.com/moeslimchoicetv

Top