• Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:35
MoeslimChoiceTV

Polemik terkait ucapan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal (Letjen) TNI, Dudung Abdurachman, tentang "semua Agama Benar di Mata Tuhan", masih terus menjadi sorotan.  

Seperti diketahui, Pernyataan Letjen Dudung tersebut mendapat respon dari berbagai pihak, di antaranya dari PBNU. 

Melalui Sekretaris Jendral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini. Dia mengatakan, bahwa pernyataan Pangkostrad Letjen, Dudung Abdurachman tentang "Semua Agama Benar di Mata Tuhan", harus dipahami dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan.

"Pernyataan tersebut harus dipahami dalam konteks kebangsaan. Kita harus memahaminya dari sudut pandang kebangsaan dan kenegaraan. Semua agama sama dalam konteks semua agama mengajarkan kebaikan. Spirit ini yang harus kita pahami bersama," kata Helmy Faisal dalam keterangan resmi, Kamis (16/9).

Namun di sisi lain, Helmy menyatakan, dalam konteks teologis, kebenaran tiap agama ada di dalam keyakinan masing-masing pemeluknya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis juga merespon, dan mengatakan, bahwa sesuatu yang berbeda jangan disamakan. Dia pun mengajak semua pihak untuk tetap saling memaklumi dan menghargai perbedaan.

"Yang sama jangan dibeda-bedakan, apalagi dipertentangkan dan yang memang beda jangan di sama-samakan. Namun kita tetap harus saling memaklumi dan menghargai. Begitulah makna toleransi yang saya pahami," tulis KH Cholil Nafis di akun resminya @cholilnafis, Rabu (15/9).

Menanggapi respon tersebut, Letjen Dudung pun mengaku, sebagai Pangkostrad dirinya perlu mengatakan, bahwa semua Agama benar, saat berbicara di hadapan prajuritnya. Sebab, mantan Pangdam Jaya itu, memiliki prajurit yang berasal dari berbagai pemeluk agama. 

"Saya ini Panglima Kostrad, bukan Ulama. Jika Ulama mengatakan bahwa semua agama itu benar, berarti ia ulama yang salah," kata Dudung dalam keterangan pers, Kamis (16/9).

Jenderal bintang tiga itu mengaku, tidak ingin prajurit di Kostrad terjebak dalam fanatisme yang berlebihan.  

"Saya ingin anak buah saya jangan sampai terpengaruh dengan pihak luar di dalam beribadah. Hal ini, agar tidak menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Kemudian menganggap agama tertentu paling benar. Sementara agama lainnya, salah," tambah Dudung.

Letjen Dudung menyampaikan pernyataan tersebut, saat melakukan kunjungan ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9).

 


Akun official Moeslim Choice Network

Website                  : https://www.moeslimchoice.com
Youtube Channel  : https://www.youtube.com/c/MOESLIMCHOICETV
Instagram              : https://www.instagram.com/moeslimchoice/
Facebook               : https://www.facebook.com/MoeslimChoiveTV
Twitter                    : https://twitter.com/moeslimchoicetv

Top