• Ahad, 26 September 2021 | 15:57
MoeslimChoiceTV

Viralnya video puluhan santri yang menutup telinga ketika menunggu giliran vaksinasi covid-19 menuai sorotan masyarakat.

Video berdurasi 23 detik itu pun beredar luas dan viral di media sosial.

Beragam tanggapan pun muncul dari masyarakat terkait alasan para santri menutup telinga, yang diduga karena tak ingin mendengarkan musik yang disuguhkan.

Dalam postingannya, akun @David_Wijxxx yang juga mengunggah video tersebut menyebut, bahwa sikap para santri tersebut sangat berlebihan.

"Ada yang tahu ini dari santri mana? Lebay banget sampai menutup kupingnya. Indoktrinasi mengharamkan musik ini gak beda jauh dengan Taliban, ISIS, Al Qaeda & Wahabi Takfiri," tulis akun tersebut dalam postingannya, Minggu (12/9/2021).

Sementara itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, menyayangkan adanya bullying terhadap para santri dalam video itu.

Dia menjelaskan, dalam menghafal Al-Quran, seorang santri membutuhkan konsentrasi tinggi. Bahkan, dia tidak memungkiri, guru melarang santri mendengarkan musik atau menonton film, agar santri bisa berkonsentrasi dalam menghafal Al-Quran.

"Seorang penghafal Al-Qur'an (hafidz) cerita, pernah sekali nonton film Kungfu, akibatnya hafalannya hilang 1 juz. Menghafal Al-Qur'an itu butuh perhatian dan konsentrasi tinggi," tulisnya di akun Twitter, Rabu (15/9/2021).

Anggota DPR RI ini pun meminta kepada pihak yang disebutnya buzzer, agar minimal menghormati Firman Tuhan, meskipun mereka tidak mengerti apa tujuan santri penghafal Al-Quran itu menutup telinga.

"Meski buzzeRp nggak ngerti, paling tdk hormati pemelihara Firman Allah swt," tambah Politikus PKS ini. 

 


Akun official Moeslim Choice Network

Website                  : https://www.moeslimchoice.com
Youtube Channel  : https://www.youtube.com/c/MOESLIMCHOICETV
Instagram              : https://www.instagram.com/moeslimchoice/
Facebook               : https://www.facebook.com/MoeslimChoiveTV
Twitter                    : https://twitter.com/moeslimchoicetv

Top