• Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:01
MoeslimChoiceTV

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ngamuk saat melakukan sidak ke RSUD Kartini Kabupaten Jepara, Selasa 15 Juni 2021. Penyebabnya,  ada beberapa pasien Covid-19 yang terlantar di depan ruang IGD karena rumah sakit penuh.
 
Mendapati hal tersebut orang nomor 1 di Jawa Tengah itu pun emosi dan langsung melampiaskan amarahnya.

"Lho enggak bisa seperti ini Pak, ini bahaya. Bapak masih punya ruangan kosong tidak? Kalau tidak, langsung cari rujukan ke rumah sakit lain," Kepada Direktur RSUD Kartini, Bambang Dwipo.

Ganjar pun langsung memerintahkan Kadinkes Pemprov Jateng, Yulianto Prabowo, yang ikut mendampingi untuk menelepon rumah sakit terdekat. Dan dilaporkan, di RSUD Kelet masih tersedia tempat tidur sebanyak 30 kamar.
 
"Langsung dibawa ke sana saja Pak. Ayo sekarang, telepon ambulans bawa ke sana. Saya minta Pak Dirut yang turun langsung," tegas Ganjar.

Permasalahan lainnya yang membuat Ganjar ngamuk adalah lambatnya penanganan jenazah Covid-19. Salah satu keluarga terpaksa menunggu 9 jam untuk pemulasaraan keluarganya.

"Saya menunggu sudah dari jam 3 pagi pak. Tolong pak, saya minta dipercepat. Kasihan kakak saya," kata salah satu keluarga pasien Covid-19 yang meninggal kepada Ganjar.

Lagi-lagi, Ganjar langsung memanggil Direktur Rumah Sakit Bambang Dwipo dan perawat yang menangani pasien meninggal. Dari keterangannya, diketahui mereka kekurangan SDM karena jumlah pasien meninggal ada tujuh orang.

"Tolong dicarikan tenaga tambahan, bisa cari ormas atau apa saja untuk pemulasaraan. Pak Dirut, tolong SOP-nya diperbaiki, saya minta hari ini ada perbaikan," tegas Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, Jepara merupakan salah satu daerah yang jadi perhatian selain Kudus, Pati, Demak dan lainnya. Dari sidaknya kali ini, rumah sakit di Jepara mulai penuh.

"Maka kami siapkan rumah sakit lain untuk mendukung. Di RSUD Kelet itu masih ada, 30 ruangan. Saya minta rumah sakit perbaiki SOP," ucapnya.

Namun demikian, Ganjar juga meminta masyarakat untuk  bisa menahan diri untuk berkumpul dan menghindari keramain. 
 
"Saya mohon dukungan masyarakat, tolong jangan sepelekan. Ayo hindari kerumunan, tempat keramaian, even dan kegiatan lain yang mengundang kerumunan tunda dulu semuanya. Saya mohon masyarakat memberikan dukungan pada Nakes kita, karena semua sudah kecapekan bahkan ada yang sudah kena," pintanya. 

Peristiwa Gubernur Ganjar Ngamuk terkait Protocol penanganan Covid-19 memang tidak kali ini saja. Ia juga pernah ngamuk di RSUD Loekmono Hadi Kudus, di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, di Pasar Mangkang Kota Semarang, dan di Kantin DPRD Jateng.

 


Akun official Moeslim Choice Network

Website                  : https://www.moeslimchoice.com
Youtube Channel  : https://www.youtube.com/c/MOESLIMCHOICETV
Instagram              : https://www.instagram.com/moeslimchoicetv/
Facebook               : https://www.facebook.com/MoeslimChoiveTV
Twitter                    : https://twitter.com/moeslimchoicetv

Top