• Jumat, 19 Juli 2019 | 06:27
MoeslimChoiceTV

"Jangan berpikir masih ada tahlil, masih ada dzikir di istana, jangan berpikir ada hari santri apabila sampai KH Maruf ini kalah."

VIDEO CERAMAH DI SUATU PENGAJIAN MENDADAK VIRAL DI MEDIA SOSIAL. PASALNYA, DALAM VIDEO ITU, SI PENCERAMAH MENGATAKAN JIKA PASANGAN JOKOWI-MARUF AMIN KALAH DALAM PILPRES, MAKA TIDAK AKAN ADA LAGI TAHLIL DAN DZIKIR DI ISTANA.

SEMENTARA ITU, HINGGA BERITA INI DITURUNKAN, BELUM DIKETAHUI SIAPA PENCERAMAH TERSEBUT. NAMUN CAWAPRES NO URUT 01, KH MARUF AMIN TERLIHAT ADA DI DALAM PENGAJIAN ITU. 

"Suatu yang bidah yang musyrik dan mereka ini akan membuat suatu kekuatan yang apabila terjadi maka akan menjadikan islam mainstream seperti NU ini seperti pesantren ini dan akan hanya menjadi fosil dimasa depan. Jangan berpikir masih ada tahlil, masih ada dzikir di istana, jangan berpikir ada hari santri apabila sampai KH Maruf ini kalah."

SONTAK VIDEO VIRAL INI MENJADI BAHASAN WARGANET DI MEDIA SOSIAL TWITTER. BAHKAN, WAKIL KETUA DPR RI, FAHRI HAMZAH TURUT MEMPOSTING ULANG VIDEO ITU SEMBARI MEMBAGIKANNYA KEPADA AKUN RESMI BAWASLU, KPU SERTA HUMAS POLRI.

MEREKA MENILAI CERAMAH DALAM VIDEO ITU TERMASUK DALAM PENYEBARAN BERITA BOHONG DAN UJARAN KEBENCIAN.

"Kalian masih ingin hari santri? Masih ingin dzikir berkumandang di istana? Masih ingin budaya NU dan ahlusunnah masih terus berkembang di Indonesia? Jawabnya hanya satu, kalau ingin semua, 17 April kita semua harus memenangkan KH Maruf Amin."

Top